– Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat menggelar Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 tahun 2026 di lapangan upacara Mako Polres Lombok Barat, Rabu (9/9/2026). Upacara yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Lombok Barat, AKBP Mellysia Amalia.
Kegiatan ini diikuti oleh Wakapolres Lombok Barat, para Pejabat Utama (PJU), perwira, bintara, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Polres Lombok Barat. Rangkaian upacara berlangsung khidmat dengan susunan acara mulai dari pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, pembacaan sejarah singkat Haornas, hingga amanat dari inspektur upacara.
Olahraga sebagai Investasi Pembangunan Manusia
Dalam amanatnya, AKBP Mellysia Amalia menegaskan bahwa olahraga merupakan sebuah investasi bangsa dan bukan sekadar biaya. Menurutnya, pembangunan melalui olahraga berarti membangun manusia Indonesia seutuhnya demi membentuk karakter yang disiplin, tangguh, sportif, serta memiliki daya juang tinggi.
“Investasi melalui olahraga berarti kita sedang membangun manusia Indonesia secara utuh, membentuk karakter yang disiplin, tangguh, sportif, dan memiliki daya juang, sekaligus berinvestasi pada kesehatan masyarakat agar semakin bugar, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” ujar AKBP Mellysia Amalia dalam amanatnya, Rabu (9/9/2026).
Ia menambahkan, tema Haornas tahun ini, yakni “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”, harus dijadikan sebagai gerakan nasional dan agenda pembangunan yang nyata di tengah masyarakat.
Lima Arah Kebijakan Pembangunan Olahraga
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Lombok Barat juga memaparkan lima arah penting dalam memajukan budaya berolahraga di Indonesia. Pertama, pemerintah didorong menjadikan olahraga sebagai bagian integral dari pembangunan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia, bukan sekadar mengobati masyarakat saat sakit.
Kedua, pemerintah daerah diminta menjadi motor utama gerakan masyarakat aktif dan bugar dengan memastikan ketersediaan ruang publik, fasilitas olahraga, jalur pejalan kaki, jalur sepeda, serta program olahraga yang inklusif dan terjangkau. Ketiga, olahraga harus hadir dalam kehidupan sehari-hari di berbagai lini, mulai dari sekolah, tempat kerja, lingkungan keluarga, hingga pemanfaatan kegiatan car free day.
“Keempat, kita ukur keberhasilan bukan dari banyaknya event, tetapi dari perubahan perilaku masyarakat. Kita harus mengetahui berapa banyak rakyat yang aktif, rutin berolahraga, dan apakah tingkat kebugaran masyarakat meningkat, di mana data dan indikator harus menjadi dasar kebijakan,” jelasnya.
Kelima, pembangunan olahraga harus dilakukan secara inklusif dan berkeadilan tanpa terkecuali, mencakup anak-anak, pemuda, perempuan, laki-laki, lansia, masyarakat perkotaan maupun pedesaan, hingga penyandang disabilitas.
Membangun Ekosistem Olahraga Nasional
AKBP Mellysia Amalia mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi olahraga, komunitas, hingga tingkat keluarga, untuk bergerak bersama mewujudkan Indonesia yang lebih kuat melalui budaya olahraga.
“Kita ingin mengubah budaya bangsa, dari pasif menjadi aktif, dari aktif menjadi bugar, dari bugar menjadi produktif, dan dari produktif menjadi Indonesia yang semakin kuat. Atlet juara lahir dari masyarakat yang gemar olahraga. Oleh karena itu, budaya olahraga, prestasi olahraga, dan industri olahraga harus dibangun sebagai satu ekosistem,” tuturnya.
Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional ke-43 di Mako Polres Lombok Barat tersebut selesai pada pukul 08.30 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.
