LOMBOK BARAT — Satuan Samapta Polres Lombok Barat terus berinovasi dalam mengoptimalkan tugas kepolisian di era digital. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kegiatan Latihan Peningkatan Kemampuan (Latkapuan) bidang kehumasan yang diikuti oleh personel tersprin di Ruang Command Center, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (28/8).
Pelatihan yang berlangsung sejak pukul 10.00 Wita ini dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Lombok Barat, Iptu Reza Ihyaul Itsnain, S.H., M.H., didampingi instruktur utama dari Si Humas Polres Lombok Barat, Aipda I Kadek Dedik Sulistywan, S.I.Kom., yang juga menjabat sebagai Ps. Kasubsi Penmas Si Humas.
Kegiatan ini dirancang untuk membekali personel lapangan agar tidak hanya mahir dalam pengamanan fisik, tetapi juga cakap dalam memproduksi informasi publik yang transparan dan akurat. Adapun materi yang diberikan meliputi teknik dasar dokumentasi, pengambilan video, proses penyuntingan (editing), hingga strategi penyampaian informasi yang efektif demi mendukung transparansi institusi.
Dalam arahannya di hadapan para peserta, Kasat Samapta Polres Lombok Barat, Iptu Reza Ihyaul Itsnain, S.H., M.H., menegaskan bahwa fungsi kehumasan di tubuh kepolisian saat ini menuntut standar profesionalisme yang tinggi, di mana aspek etika dan kepatuhan hukum harus selalu dikedepankan di atas segalanya.

“Kita bukan hanya membuat konten yang menarik. Kita membuat konten kepolisian yang menarik, benar, aman secara hukum, dan membangun kepercayaan publik,” ujar Iptu Reza saat memberikan materi pelatihan.
Lebih lanjut, Iptu Reza menekankan pentingnya menjaga batasan moral dan etika dalam memproduksi konten digital. Anggota diingatkan agar tidak mengeksploitasi situasi rentan, menghindari judul yang provokatif, serta tetap menghormati hak privasi masyarakat maupun pihak-pihak yang berurusan dengan hukum. Menurutnya, popularitas di media sosial bukanlah tujuan utama dari komunikasi publik kepolisian.
“Viral itu hasil. Kepercayaan publik adalah tujuan. Tidak semua yang bisa kita upload, pantas kita upload,” tambahnya.
Selain aspek etika dan regulasi hukum, pelatihan ini juga membedah strategi meningkatkan engagement atau keterlibatan publik melalui teknik storytelling yang humanis. Personel diajak untuk mengubah sudut pandang penulisan dan visual—dari yang semula kaku dan administratif menjadi narasi yang dekat dengan keseharian masyarakat. Pendekatan ini dinilai penting agar informasi kegiatan kepolisian dapat dipahami dengan baik, mengedukasi, serta menumbuhkan kedekatan emosional antara Polri dan warga.
Pelaksanaan Latkapuan Bidang Humas ini berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif hingga berakhir pada pukul 11.00 Wita. Melalui pembekalan intensif ini, jajaran Sat Samapta Polres Lombok Barat diharapkan mampu menghadirkan konten-konten informasi yang tidak hanya informatif dan kreatif, tetapi juga semakin memperkuat kepercayaan serta kedekatan masyarakat terhadap institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.
