Jajaran Kepolisian Resor Lombok Barat menggencarkan pendekatan keagamaan dan kemasyarakatan melalui kegiatan Subuh Keliling (Suling) yang dihelat di Pondok Pesantren Darun’nadwah, Dusun Dasan Ketujur Timur, Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (7/11/2026). Kegiatan ini digelar sebagai wujud nyata dukungan terhadap program prioritas 100 hari Kapolri Jenderal Polisi Dr. Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si.
Pelaksanaan ibadah pagi berjamaah tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Lombok Barat, AKBP Mellysa Amalia, S.H., S.I.K., M.Si., M.Tr.SOU. Kehadiran orang nomor satu di jajaran kepolisian resor setempat disambut hangat oleh pimpinan Pondok Pesantren Darun’nadwah, TGH. Muzhar Bukhori Muslim, beserta para santri dan santriwati.
Pererat Silaturahmi Lewat Salat Subuh Berjamaah
Dalam kegiatan yang dimulai sejak pukul 04.50 Wita ini, Kapolres didampingi oleh sejumlah pejabat utama, di antaranya Waka Polres Lombok Barat Kompol Saogi Sujana Angsar, Kapolsek Gerung AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, S.H., Kasat Binmas Iptu Muhammad Mahrip, serta unsur perwira dan anggota kepolisian lainnya.
AKBP Mellysa Amalia menjelaskan bahwa program Subuh Keliling merupakan agenda unggulan institusi kepolisian yang dirancang untuk mempererat tali silaturahmi antara aparat penegak hukum dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta kalangan santri.
“Pelaksanaan salat Subuh keliling merupakan program unggulan Bapak Kapolri dan semoga bermanfaat untuk kita, serta dengan salat subuh berjamaah memberikan keberkahan bagi kita semua,” ujar AKBP Mellysa di hadapan ratusan santri.
Peran Strategis Santri dalam Menjaga Keamanan
Di hadapan para santri Pondok Pesantren Darun’nadwah, pihak kepolisian turut menyampaikan sejumlah pesan penting terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Santri dinilai memiliki posisi strategis sebagai benteng moral penjaga agama dan keutuhan bangsa.
Kapolres berpesan agar para santri senantiasa aktif berperan dalam gerakan pencegahan penyalahgunaan narkotika serta siap menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan. Selain itu, para santri juga diingatkan pentingnya kepatuhan kepada guru serta penerapan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
“Santri adalah penjaga agama dan bangsa. Santri bisa melawan narkoba dan santri bisa membackup Kepolisian. Kemudian, santri harus taat kepada guru serta menanamkan akhlak yang mulia,” tegasnya.
Pesan Bijak Bermedia Sosial
Selain penekanan pada aspek moral dan keamanan konvensional, jajaran Polres Lombok Barat juga memberikan edukasi terkait literasi digital. Di era keterbukaan informasi saat ini, para santri diimbau agar lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial serta berinteraksi di ruang publik.
Kapolres berharap, setelah menyelesaikan masa pendidikannya di pondok pesantren, para santri mampu menjadi teladan di tengah masyarakat dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh demi kemaslahatan bersama.
Rangkaian kegiatan Subuh Keliling tersebut kemudian diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif antara pihak kepolisian dan para santri. Acara ditutup secara khidmat dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh TGH. Muzhar Bukhori Muslim dan berakhir pada pukul 06.25 Wita dalam situasi yang aman, lancar, serta kondusif.

