Lompat ke konten
Home » Berita » Penanganan Darurat dan Evakuasi Masif Kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok

Penanganan Darurat dan Evakuasi Masif Kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok

Lombok Barat, NTB – Insiden mengejutkan terjadi di perairan Selat Lombok ketika Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin dilaporkan mengalami kebakaran hebat saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan ASDP Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Peristiwa tersebut memicu aksi evakuasi darurat berskala besar yang melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi lintas sektor guna menyelamatkan para penumpang yang berada di atas kapal.

Kebakaran mulai melanda KMP Putri Yasmin pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 04.50 WITA.

Kapal tipe Ro-Ro Passenger berukuran 1.790 GT milik operator PT Jemla Ferry tersebut berada pada posisi koordinat 8.8953° S – 115.7209° E ketika kobaran api pertama kali terdeteksi oleh awak kapal.

Proses penyelamatan penumpang langsung dilakukan secara bertahap dengan mengerahkan kapal milik Tim SAR, TNI AL, Basarnas.

Serta dukungan spontan dari masyarakat dan nelayan setempat yang berada di sekitar lokasi kejadian. Sinergi ini memastikan evakuasi berjalan secepat mungkin menuju daratan.

Screenshot

Respons Cepat Kepolisian dan Layanan Pemulihan Trauma

Guna mengantisipasi penanganan medis darurat, otoritas pelabuhan bersama aparat keamanan langsung bergerak mendirikan Posko Kesehatan Tim Terpadu di area Pelabuhan ASDP Lembar.

Posko ini difungsikan secara khusus untuk memeriksa kondisi fisik sekaligus memberikan pelayanan kesehatan mendasar bagi para korban yang baru saja tiba dari lokasi evakuasi.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Mellysa Amalia, S.H., S.I.K., M.Si., M.Tr.SOU., memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan situasi serta langkah-langkah strategis yang diambil oleh pihak kepolisian bersama tim gabungan di lapangan.

“Kami bergerak cepat berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait guna memastikan proses evakuasi berjalan lancar,” ungkap Kapolres Lombok Barat, AKBP Mellysa Amalia, Rabu (12/8/2026).

Pihaknya menegaskan bahwa keselamatan serta kondisi kesehatan seluruh penumpang yang tiba di Pelabuhan Lembar menjadi prioritas utama penanganan saat ini.

“Saat ini, fokus utama kami adalah mendata seluruh korban selamat serta memastikan penanganan medis bagi korban yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit rujukan,” ujar AKBP Mellysa Amalia menambahkan.

Selain mendirikan pos penanganan darurat di area pelabuhan, Polres Lombok Barat juga mengambil langkah proaktif dengan menyiapkan posko pelayanan khusus serta menghadirkan layanan trauma healing.

Layanan dukungan psikososial ini diterjunkan langsung untuk mendampingi para penumpang.

Membantu meredakan rasa cemas, serta memulihkan kondisi mental dan psikologis para korban pascainsiden mencekam tersebut.

Untuk mendukung penanganan medis berskala besar, pemerintah daerah bersama instansi kesehatan setempat telah menyiagakan empat rumah sakit rujukan utama.

Fasilitas kesehatan ini disiapkan secara penuh untuk menampung para korban cedera maupun mereka yang membutuhkan tindakan medis lanjutan secara intensif.

Adapun jaringan rumah sakit rujukan yang telah disiagakan meliputi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB, RSUD Kota Mataram, RSUD Patut Patuh Patju (Tripat) Gerung, dan Rumah Sakit Universitas Mataram (Unram).

Seluruh tim medis di fasilitas tersebut berada dalam posisi siaga tinggi menerima rujukan dari posko utama pelabuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *