Lompat ke konten
Home » Berita » Humanis dan Kondusif, Kapolres Lombok Barat Pimpin Pengamanan Unjuk Rasa Hingga Makan Bersama Massa Aksi

Humanis dan Kondusif, Kapolres Lombok Barat Pimpin Pengamanan Unjuk Rasa Hingga Makan Bersama Massa Aksi

Lombok Barat – Pendekatan persuasif dan berorientasi pada pelayanan humanis kembali ditunjukkan oleh jajaran kepolisian dalam mengawal jalannya penyampaian aspirasi masyarakat. Polres Lombok Barat berhasil memastikan aksi unjuk rasa yang digelar oleh Lembaga Reclassering Indonesia (LMR-RI/LRI-BPH-NMS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Selasa 27 oktober 2026 di Kantor Bupati Lombok Barat berjalan dengan aman, damai, dan kondusif.

Aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung di Jalan Soekarno-Hatta, Giri Menang, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Lombok Barat, AKBP Mellysa Amalia, S.H., S.I.K., M.Si., M.Tr.SOU. Kehadiran pimpinan tertinggi Polres Lombok Barat di lapangan memberikan warna tersendiri, di mana pengamanan tidak hanya berfokus pada ketertiban fisik, tetapi juga membangun ruang komunikasi yang hangat dengan massa aksi.

Mengedepankan Sikap Humanis dalam Pengamanan Aksi

Rangkaian pengamanan dimulai sejak pagi hari melalui pelaksanaan apel pengecekan kesiapan personel serta sarana pendukung. Dalam pimpinan pengamanannya, AKBP Mellysa Amalia secara tegas menginstruksikan seluruh jajaran Polres Lombok Barat beserta unsur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar senantiasa mengedepankan tindakan persuasif dan tidak terprovokasi.

Dalam arahannya saat memimpin apel pengamanan, Kapolres menegaskan pentingnya menghargai hak konstitusional setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

“Penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak seluruh warga negara yang dilindungi oleh undang-undang. Tugas kita adalah memastikan bahwa hak tersebut dapat tersalurkan dengan baik, tertib, dan aman tanpa menimbulkan gangguan ketertiban umum. Saya minta seluruh personel pengamanan tetap mengedepankan sikap humanis,” ujar AKBP Mellysa Amalia di lokasi pengamanan.

Kapolres juga mengingatkan agar massa aksi dapat menyampaikan tuntutan mereka secara bijak dan teratur. Harapannya, aspirasi yang diusung dapat diterima oleh pihak terkait tanpa harus diwarnai oleh aksi-aksi anarkis yang merugikan semua pihak.

Mengawal Jalannya Penyampaian Aspirasi

Massa aksi yang dikoordinatori oleh Sahban sebagai koordinator lapangan (korlap) tiba di lokasi sekitar pukul 10.10 WITA. Dengan membawa berbagai aspirasi, sekitar 35 orang massa bergerak menyampaikan orasi di depan area Kantor Bupati Lombok Barat secara bergantian.

Pengamanan yang ketat namun ramah membuat suasana di sekitar lokasi tetap aman dan terkendali. Menjelang siang, sebanyak 30 perwakilan massa aksi diizinkan memasuki area dalam gerbang Kantor Bupati Lombok Barat untuk melanjutkan dialog dan penyampaian aspirasi. Kapolres Lombok Barat kembali berinteraksi langsung dan memberikan imbauan secara langsung kepada pengunjuk rasa agar tetap menjaga situasi kondusif.

Imbauan dan pendekatan dingin dari pihak kepolisian tersebut disambut hangat oleh massa aksi. Komunikasi dua arah yang terbangun efektif berhasil meredam potensi ketegangan di lapangan.

Momen Kebersamaan: Makan Bersama Lesehan di Lapangan

Puncak dari pendekatan humanis ini terjadi ketika AKBP Mellysa Amalia mengundang para peserta unjuk rasa untuk istirahat dan makan siang bersama di lokasi. Tanpa sekat dan batasan, anggota kepolisian dan massa aksi duduk melingkar secara lesehan di lantai untuk menikmati santapan siang bersama.

Momen kebersamaan ini menjadi simbol kuat sinergi serta keharmonisan antara aparat penegak hukum dan elemen masyarakat. Duduk sejajar dalam suasana kekeluargaan berhasil mencairkan suasana dan menumbuhkan rasa saling menghargai.

“Kami ingin menunjukkan bahwa polisi adalah mitra dan pengayom masyarakat. Melalui momen makan bersama ini, kita ingin membangun komunikasi yang cair, mempererat tali silaturahmi, serta membuktikan bahwa menyampaikan aspirasi bisa dilakukan dengan cara-cara yang damai dan bermartabat,” tambah AKBP Mellysa Amalia di sela-sela kegiatan.

Aksi unjuk rasa tersebut akhirnya berakhir sekitar pukul 12.20 WITA. Massa secara tertib dan berangsur-angsur membubarkan diri meninggalkan area Kantor Bupati Lombok Barat. Keseluruhan kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan tanpa ada insiden yang mengganggu stabilitas keamanan wilayah setempat.

Pendekatan berkesadaran humanis yang ditunjukkan Polres Lombok Barat ini diharapkan menjadi tolok ukur pengamanan kegiatan masyarakat ke depan, di mana dialog dan empati selalu diprioritaskan di atas segalanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *