Kepolisian Resor Lombok Barat menggencarkan program Polisi Peduli Pendidikan (Polindik) dengan menyasar lingkungan sekolah. Kegiatan ini diisi langsung oleh pimpinan tertinggi kepolisian resor setempat untuk memberikan edukasi kamtibmas serta menanamkan kesadaran hukum kepada para pelajar sejak dini.
Pelaksanaan program Polindik tersebut berlangsung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat, Kecamatan Gerung, pada Senin, 2 November 2026. Kehadiran jajaran kepolisian ini disambut langsung oleh pihak sekolah, dewan guru, serta ratusan siswa-siswi.
Aksi Turun ke Jalan hingga Pembina Upacara
Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 06.50 Wita. Kapolres Lombok Barat AKBP Mellysa Amalia, S.H., S.I.K., M.Si., M.Tr.SOU., bersama Kapolsek Gerung AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, S.H., turun langsung ke jalan untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas di depan gerbang MAN Lombok Barat guna memastikan keamanan penyeberangan para siswa.
Menjelang pukul 07.35 Wita, kegiatan dilanjutkan dengan upacara bendera di lapangan sekolah. Dalam upacara tersebut, AKBP Mellysa bertindak langsung sebagai pembina upacara yang diikuti oleh Kepala MAN Lombok Barat H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd., para guru, serta seluruh siswa.
Turut mendampingi dalam kegiatan ini sejumlah pejabat utama Polres Lombok Barat, di antaranya Kabag SDM AKP Arif Abdillah, Kasat Lantas Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Trk., S.I.K., M.H., Kasat Samapta Iptu Reza Ihyaul Itsnain, S.H., M.H., Kasi Provam Iptu L. Muh. Mulyadi, serta jajaran Polsek Gerung.
Pesan Tegas Jauhi Narkoba hingga Bijak Bermedsos
Di hadapan para pelajar dan dewan guru, AKBP Mellysa menyampaikan sejumlah arahan penting. Ia menekankan agar para siswa senantiasa menjaga perilaku dan akhlak yang baik sejalan dengan cita-cita yang ingin mereka capai di masa depan.
“Menyimak tadi ikrar dan janji siswa, saya yakin segala tingkah laku, perbuatan, dan akhlak harus baik karena pastinya ke depan adik-adik punya cita-cita,” ujar AKBP Mellysa dalam arahannya di hadapan para siswa MAN Lombok Barat.
Selain itu, ia juga memberikan peringatan keras agar para pelajar menjauhi segala bentuk zat dan perbuatan yang dapat merusak masa depan, seperti penyalahgunaan narkotika dan minuman keras. Pihaknya juga berpesan agar para pelajar tidak terlibat dalam aksi kekerasan, termasuk kasus pembacokan yang sempat terjadi di wilayah Kota Mataram.
“Jauhi segala bentuk barang yang merusak diri seperti narkoba dan miras. Saya berharap di Lombok Barat tidak ada yang menjadi korban maupun tersangka terkait dengan tindakan pembacokan yang terjadi di Kota Mataram. Jauhi hal-hal yang tidak bermanfaat,” tegasnya.
Imbauan Etika Digital dan Tertib Lalu Lintas
Dalam kesempatan yang sama, kepolisian juga menyoroti pentingnya etika dalam menggunakan media sosial. Para pelajar diminta untuk lebih bijak, menyaring informasi, serta membudayakan sikap empati dan peduli terhadap sesama di ruang digital.
Aspek keselamatan berlalu lintas turut menjadi poin penting dalam program Polindik ini. Mengingat pelaksanaan operasi kepolisian yang sedang berjalan, para siswa diingatkan pentingnya mematuhi aturan di jalan raya, mulai dari melengkapi surat-surat kendaraan hingga kewajiban mengenakan helm standar bagi pengendara maupun yang dibonceng.
“Semoga siswa-siswi MAN Lombok Barat bisa membanggakan keluarga dan sekolah,” pungkas AKBP Mellysa.
Seluruh rangkaian kegiatan program Polisi Peduli Pendidikan di MAN Lombok Barat tersebut berakhir pada pukul 08.10 Wita dalam situasi yang aman, tertib, dan lancar.

