Lompat ke konten
Home » Berita » Tim STIK Lemdiklat Polri Lakukan Penelitian Manajemen Bencana di Lombok Barat

Tim STIK Lemdiklat Polri Lakukan Penelitian Manajemen Bencana di Lombok Barat

Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat menerima kunjungan Tim Penelitian dan Supervisi Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri guna mengevaluasi efektivitas manajemen penanggulangan bencana dalam upaya memperkuat layanan publik. Kegiatan berlangsung di Aula Patria Tama Polres Lombok Barat, Senin (26/10/2026).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Tim Penelitian STIK Polri Kombes Pol Edi Purwanto, S.I.K., M.H., bersama Kapolres Lombok Barat AKBP Mellysa Amalia, S.H., S.I.K., M.Si., M.Tr.SOU. Hadir pula Waka Polres Kompol Saogi Sujana Angsar, jajaran pejabat utama Polres Lombok Barat, serta unsur responden internal dan eksternal dari berbagai instansi terkait serta elemen masyarakat.

Penguatan Mitigasi Bencana di Lombok Barat

Dalam sambutannya, Kapolres Lombok Barat AKBP Mellysa Amalia menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tim STIK Lemdiklat Polri. Ia memaparkan bahwa wilayah hukum Polres Lombok Barat mencakup tujuh dari sepuluh kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Barat, dengan didukung oleh kekuatan sebanyak 860 personel.

Menurutnya, karakteristik wilayah dan kondisi sosial masyarakat menuntut tingkat kesiapsiagaan yang tinggi, khususnya dalam mengantisipasi potensi bencana alam yang dapat mengancam keselamatan warga dan stabilitas keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Dalam kondisi tersebut, masyarakat membutuhkan kehadiran negara secara nyata melalui penyampaian informasi yang jelas, pemberian pertolongan secara cepat, pelaksanaan evakuasi yang aman, pengamanan lingkungan, serta kepastian bahwa keselamatan dan hak-hak masyarakat tetap menjadi prioritas,” ujar AKBP Mellysa.

Ia juga berpesan kepada seluruh personel dan responden agar mengikuti kegiatan penelitian ini secara sungguh-sungguh guna memberikan gambaran komprehensif mengenai kendala di lapangan serta strategi pengembangan layanan ke depan.

Pemetaan Masalah dan Sinergi Lintas Sektor

Sementara itu, Ketua Tim Penelitian STIK Lemdiklat Polri Kombes Pol Edi Purwanto menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program institusi untuk meninjau pelaksanaan tugas operasional kepolisian di daerah sekaligus memberikan supervisi guna meningkatkan kinerja pelayanan.

“Penelitian dilaksanakan untuk memperoleh gambaran mengenai potensi permasalahan, karakteristik wilayah, serta dinamika penanganan bencana yang dihadapi oleh jajaran kepolisian dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” ungkap Kombes Pol Edi Purwanto.

Ia menambahkan, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam bersama responden internal dan eksternal guna mengukur tingkat kesiapsiagaan personel, efektivitas pola koordinasi, serta kendala sarana prasarana yang dihadapi. Hasil penelitian ini nantinya akan dijadikan bahan evaluasi strategis bagi pimpinan Polri dalam merumuskan kebijakan perbaikan ke depan.

Diskusi dan Masukan dari Instansi Terkait

Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi diskusi kelompok yang dipimpin oleh Pembina Utama Muda STIK Lemdiklat Polri Dr. Maya SARI, S.E., M.Si. Sesi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Tagana, hingga perwakilan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Perwakilan BPBD Lombok Barat melaporkan bahwa sinergi penanganan darurat bencana seperti gempa bumi, banjir, hingga kekeringan selama ini telah berjalan dengan baik tanpa kendala berarti bersama kepolisian. Senada dengan itu, perwakilan Dinas Kesehatan turut membagikan pengalaman penanganan krisis saat menghadapi bencana banjir dan pandemi COVID-19 berkat dukungan penuh dari aparat kepolisian.

Kendati demikian, sejumlah catatan penting turut disampaikan dalam forum tersebut. Perwakilan Dinas Sosial menyoroti adanya kendala teknis di lapangan, seperti perbedaan frekuensi radio komunikasi antara pemerintah daerah dan kepolisian, serta pemanfaatan bahu jalan oleh warga saat evakuasi banjir yang sempat menghambat distribusi logistik. Oleh karena itu, diperlukan penyelarasan sarana komunikasi dan pembagian peran yang lebih terstruktur.

Menutup rangkaian kegiatan, Tim STIK Lemdiklat Polri menyimpulkan bahwa secara umum manajemen penanganan bencana dan kualitas pelayanan publik oleh Polres Lombok Barat telah berjalan optimal, khususnya dalam aspek koordinasi dan sinergi lintas sektoral. Seluruh masukan dan temuan lapangan tersebut akan segera dianalisis untuk dirumuskan sebagai rekomendasi perbaikan standar operasional prosedur kepolisian di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *