Lompat ke konten
Home » Berita » Polres Lombok Barat Berikan Edukasi Bahaya Judi Online di SMAN 1 Lembar

Polres Lombok Barat Berikan Edukasi Bahaya Judi Online di SMAN 1 Lembar

Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat menggencarkan upaya pencegahan kejahatan siber di kalangan remaja dengan menyasar institusi pendidikan. Jajaran kepolisian mendatangi SMA Negeri 1 Lembar untuk memberikan edukasi mendalam kepada para pelajar mengenai bahaya tersembunyi dari aktivitas judi online serta berbagai modus penipuan digital yang marak terjadi saat ini.

Kegiatan penyuluhan yang berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2025 tersebut bertujuan untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif dunia digital. Pihak kepolisian menilai kelompok pelajar merupakan salah satu segmen yang rentan terpapar iming-iming kemudahan mendapatkan uang secara instan melalui internet.

Sentil Pengorbanan Orang Tua di Depan Pelajar

Dalam sesi penyuluhan di hadapan ratusan siswa, Ps. Kasubsi Penmas Si Humas Polres Lombok Barat, Aipda I Kadek Dedik Sulistyawan, S.I.Kom., menyampaikan imbauan yang menggugah kesadaran moral para pelajar. Ia mengajak para siswa untuk merenungkan kembali sumber dari setiap fasilitas dan uang saku yang mereka nikmati setiap hari.

“Adik-adik, coba kita pikirkan sebentar. Pernahkah kalian berpikir, dari mana uang jajan yang kalian terima setiap hari berasal? Ada orang tua yang bangun pagi, bekerja sampai lelah, menahan keinginan membeli sesuatu untuk dirinya sendiri, hanya supaya anaknya bisa sekolah dengan nyaman,” ujar Aipda I Kadek Dedik Sulistyawan di hadapan para siswa SMAN 1 Lembar.

Ia melanjutkan, dana yang selama ini dipergunakan oleh para siswa untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari membeli makanan, mengisi kuota internet, hingga bersosialisasi, murni berasal dari keringat dan pengorbanan orang tua. Kepolisian mengingatkan agar para siswa tidak mencederai pengorbanan tersebut dengan menyalahgunakan uang untuk aktivitas terlarang seperti perjudian daring.

Jerat Awal Judi Online dan Efek Domino Kriminalitas

Aipda I Kadek Dedik Sulistyawan memaparkan bagaimana siklus perjudian daring kerap menjebak korban, dimulai dari nominal yang dianggap kecil hingga berujung pada kerugian besar. Menurutnya, rasa penasaran yang dibarengi dengan ambisi menutupi kekalahan menjadi pintu masuk utama rusaknya finansial dan mental pemain.

“Awalnya mungkin hanya sepuluh ribu rupiah. Kalian berpikir, siapa tahu bisa menang dan mendapatkan uang lebih banyak. Ketika kalah, kalian ingin mencoba lagi untuk mengembalikan uang yang hilang. Ketika kalah lagi, kalian mencoba lagi. Tanpa disadari, uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan sekolah justru habis untuk mengejar sesuatu yang belum tentu kalian dapatkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memperingatkan tentang dampak ikutan atau efek domino dari kecanduan judi online. Ketika uang saku habis dan ketergantungan telah terbentuk, tidak sedikit korban yang mulai mengambil langkah-langkah nekat yang melanggar hukum dan norma sosial.

“Lebih menyedihkan lagi, ketika uang habis, ada yang mulai berbohong kepada orang tua, meminjam uang kepada teman, bahkan nekat melakukan hal-hal yang merugikan orang lain demi mendapatkan uang untuk bermain lagi. Jangan sampai orang tua kalian bekerja keras setiap hari, tetapi uang yang mereka berikan justru menjadi awal dari masalah yang kalian hadapi sendiri,” imbuhnya.

Pesan Moral untuk Masa Depan Generasi Muda

Menutup kegiatan edukasi tersebut, Polres Lombok Barat berpesan agar para siswa SMAN 1 Lembar senantiasa fokus pada kegiatan positif dan pendidikan mereka. Polisi mengingatkan bahwa masa depan para pelajar jauh lebih berharga daripada hasil semu yang ditawarkan oleh gim judi daring.

“Ingat, kalian masih punya masa depan yang panjang. Kalian punya cita-cita, kesempatan untuk belajar, dan orang-orang yang berharap kalian berhasil. Jangan tukar semua itu dengan permainan yang membuat kalian terus mengejar kekalahan,” pesan Aipda I Kadek Dedik Sulistyawan.

Pihak kepolisian berharap melalui edukasi langsung di sekolah-sekolah ini, para pelajar dapat menjadi agen perubahan yang cerdas dalam bermedia sosial dan bijak mengelola keuangan. Prestasi akademik, kepatuhan kepada orang tua, serta keputusan yang benar hari ini dinilai sebagai kunci utama untuk meraih masa depan yang gemilang tanpa harus bergantung pada jalan pintas yang menyesatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *