LOMBOK BARAT — Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat menggelar kegiatan Police Goes to Schoolserta sosialisasi pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di lingkungan pendidikan. Kegiatan edukatif ini dilaksanakan di Masjid Firdaus, Yayasan Pondok Pesantren Putri Nurul Hakim, Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (26/8).
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hakim Lombok, TGH. Muharrar Mahfudz, serta jajaran pengurus dan pembina putri tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Polwan ke-78. Hadir pula Kapolsek Kediri AKP Iwan Purwanto, Kapolsek Gerung AKP Dewi Lungit Tanauran, S.H., serta para Srikandi Polwan Polres Lombok Barat yang berinteraksi langsung dengan ratusan santriwati.
Menginspirasi Santriwati Lewat Konsep “Perempuan Teduh”
Kapolres Lombok Barat, AKBP Mellysa Amalia, S.H., S.I.K., M.Si., M.Tr.SOU., dalam sambutannya menyampaikan pesan-pesan inspiratif kepada para santriwati yang hadir. Mengusung tema HUT Polwan tahun ini yaitu “Polwan Presisi Mendukung Ketahanan Pangan Untuk Indonesia Maju”, ia mengajak para generasi muda untuk fokus membangun masa depan melalui penguatan kualitas diri.
Dalam pemaparannya, AKBP Mellysa Amalia memperkenalkan konsep “Perempuan Teduh” yang ditopang oleh tiga tiang utama bagi kemajuan perempuan masa kini.
“Perempuan Teduh itu punya tiga tiang, yaitu Tiang Agama untuk menguatkan sholat, ngaji, dan akhlak; Tiang Pendidikan untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya; serta Tiang Karir atau Mandiri agar memiliki keterampilan dan tidak bergantung pada siapapun,” ujar AKBP Mellysa Amalia di hadapan para santriwati.
Ia menambahkan bahwa jika ketiga fondasi tersebut telah tertanam kuat, maka prestasi, rezeki, dan masa depan yang baik akan mengikuti dengan sendirinya atas izin Allah SWT.
Peringatan Bahaya Generasi Z dan Pentingnya Ketahanan Pangan
Selain motivasi pendidikan, Kapolres Lombok Barat juga memberikan peringatan tegas mengenai berbagai ancaman yang kerap mengintai Generasi Z di era digital. Para santriwati diingatkan untuk menjauhi judi online, pinjaman online ilegal, narkoba, pergaulan bebas, tindakan bullying, hingga penyebaran berita bohong (hoax) di media sosial.
“Hati-hati dengan penggunaan media sosial. Saring dulu sebelum sharing, dan gunakan gawai untuk hal-hal positif seperti belajar serta berdakwah, bukan untuk hal yang merugikan diri sendiri,” tegasnya.
Tidak hanya itu, dalam mendukung program ketahanan pangan, para santriwati juga diajak untuk memulai langkah kecil dari asrama pesantren, seperti menjaga kebersihan lingkungan, menghemat penggunaan air dan listrik, hingga memanfaatkan lahan sekitar untuk menanam tanaman produktif. Di akhir acara, kegiatan ditutup dengan sesi dialog interaktif, penyerahan cendramata, serta foto bersama jajaran Polwan Polres Lombok Barat dan pihak pondok pesantren.

