Lompat ke konten
Home » Berita » Kapolres Lombok Barat Bagikan Buku Tulis Saat Ceramah Kebangsaan DPD RI

Kapolres Lombok Barat Bagikan Buku Tulis Saat Ceramah Kebangsaan DPD RI

Kapolres Lombok Barat, AKBP Mellysa Amalia, membagikan buku tulis kepada para santri saat mendampingi kegiatan Ceramah Kebangsaan yang disampaikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Bachtiar Najamudin. Acara tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Al-Hamidiyah Nahdlatul Wathan (NW), Desa Montong Are, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, pada Senin (12/10/2026).

Kehadiran jajaran Kepolisian Resor Lombok Barat dalam agenda ini merupakan bagian dari langkah pengamanan serta pemantauan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Selain memastikan acara berjalan kondusif, aksi pembagian buku tulis oleh pimpinan Polres Lombok Barat ini mendapat sambutan hangat dari para santri dan santriwati yang hadir di lokasi.

Sinergi Memperkuat Wawasan Kebangsaan di Pesantren

Kegiatan Ceramah Kebangsaan yang dihelat di kompleks Pondok Pesantren Al-Hamidiyah NW ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Selain Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, tampak hadir Anggota DPD RI Dapil NTB TGH Ibnu Hali dan Hj. Evi Apita Maya, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Hamidiyah NW Kediri Dr. Lalu Muhamad Iqbal Murad, serta para wali santri dan ratusan peserta didik.

Agenda utama dari pertemuan ini adalah memberikan edukasi kebangsaan guna menanamkan serta memperkuat nilai-nilai nasionalisme di lingkungan pendidikan berbasis agama. Ketua DPD RI dalam pemaparannya menekankan pentingnya peran pondok pesantren dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus menjaga etika dan adat istiadat di tengah dinamika ilmu pengetahuan yang berkembang pesat.

“Ilmu pengetahuan berkembang sangat cepat, maka dari itu kita membutuhkan lembaga pendidikan untuk mencerdaskan anak-anak bangsa untuk menjaga etika dan adat,” ujar Sultan Bachtiar Najamudin dalam arahannya di hadapan para santri dan pengurus yayasan.

Ia juga menambahkan komitmen lembaganya dalam mendukung pengembangan infrastruktur dan kualitas pendidikan pesantren. Pihaknya membuka ruang koordinasi bagi pihak yayasan yang membutuhkan dukungan fasilitas untuk diteruskan kepada kementerian terkait.

“Sehingga pondok pesantren diharapkan berperan penting di tengah masyarakat dan bisa berkembang pesat. Apa yang diperlukan untuk pondok pesantren, kami tunggu proposalnya, nanti kita koordinasikan dengan Menteri Agama,” imbuhnya.

Pengamanan dan Pengawasan Kepolisian

Sementara itu, pihak kepolisian memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.30 WITA tersebut berlangsung lancar tanpa ada hambatan berarti. Jajaran Satuan Intelkam dan satuan fungsi terkait Polres Lombok Barat sebelumnya telah melaksanakan serangkaian langkah antisipatif, mulai dari deteksi dini, koordinasi dengan panitia penyelenggara, hingga pengamanan terbuka dan tertutup.

AKBP Mellysa Amalia menyatakan bahwa kehadiran unsur pimpinan daerah dan aparat penegak hukum dalam kegiatan keagamaan dan kenegaraan semacam ini sangat krusial untuk memperkuat sinergi lintas sektoral. Koordinasi yang baik antara ulama, umara, dan aparat keamanan diyakini mampu menjaga stabilitas kamtibmas, khususnya di wilayah hukum Kabupaten Lombok Barat.

“Kegiatan ini merupakan momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memastikan penanaman nilai-nilai kebangsaan berjalan dengan baik. Kami dari kepolisian berkomitmen untuk terus mendukung dan mengamankan setiap kegiatan positif yang melibatkan elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan Islam,” ujar AKBP Mellysa Amalia.

Rangkaian acara Ceramah Kebangsaan di Pondok Pesantren Al-Hamidiyah NW Kediri ini akhirnya rampung pada pukul 11.30 WITA. Seluruh tamu undangan, tokoh masyarakat, serta ratusan santri meninggalkan lokasi acara dengan tertib di bawah pengawasan personel pengamanan Polres Lombok Barat. Situasi keamanan di sekitar lokasi dilaporkan tetap aman dan kondusif hingga kegiatan berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *