Jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Lombok Barat, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), menggencarkan upaya pencegahan perundungan (bullying), penyalahgunaan narkotika, dan kekerasan seksual di lingkungan satuan pendidikan. Langkah preventif ini diwujudkan melalui kunjungan langsung ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat pada Rabu (7/10/2026).
Kegiatan edukatif yang dikemas dalam program inovatif bertajuk Lobar AMAN (Aksi Melawan Narkoba dan Kekerasan) tersebut menyasar para pelajar kelas 10. Kehadiran korps kepolisian di sekolah ini bertujuan memberikan pemahaman hukum sekaligus membentengi generasi muda dari ancaman sosial yang marak terjadi di ruang publik maupun dunia maya.
Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, menjelaskan bahwa pemilihan sasaran siswa tingkat awal di sekolah menengah merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter pelajar yang tangguh dan sadar hukum sejak dini. Menurutnya, pencegahan harus dimulai dari akar rumput sebelum masalah sosial berdampak buruk pada masa depan anak-anak.
“Melalui program Lobar AMAN ini, kami turun langsung untuk memberikan edukasi komprehensif kepada para pelajar, khususnya siswa kelas 10 MAN Lombok Barat. Kami fokus pada pencegahan tiga ancaman utama yang kerap menyasar remaja, yaitu bullying, bahaya narkoba, dan kekerasan seksual,” ujar AKP Lale Dewi Lungit Tanauran saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2026).
Sesi Diskusi Interaktif dan Antusiasme Pelajar
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak hanya diisi dengan ceramah satu arah, tetapi juga dikemas dalam bentuk diskusi interaktif dan sesi tanya jawab. Para pelajar kelas 10 tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar batasan hukum, cara mengenali pengaruh narkoba, serta langkah melindungi diri dari potensi kekerasan di lingkungan sekolah maupun luar sekolah.
AKP Lale Dewi mengapresiasi tingginya rasa ingin tahu para siswa terhadap materi yang disampaikan. Tingginya interaksi tersebut dinilai sebagai indikator positif bahwa generasi muda di Lombok Barat memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan kondusif.
“Antusiasme adik-adik kelas 10 luar biasa. Sesi tanya jawab dipenuhi rasa ingin tahu yang tinggi, yang membuktikan kalau generasi muda kita sangat peduli dengan masa depan yang sehat dan aman tanpa kekerasan maupun narkoba,” tambahnya.
Kolaborasi Bersama Pihak Sekolah
Keberhasilan pembinaan ini tidak lepas dari sinergi antara aparat kepolisian dan pihak institusi pendidikan. Pihak Polres Lombok Barat menyampaikan apresiasi mendepani jajaran pimpinan MAN Lombok Barat yang telah memfasilitasi terselenggaranya program preventif tersebut.
Pihak sekolah menyambut baik kedatangan para Polwan Polres Lombok Barat dan menilai materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan psikososial remaja saat ini. Edukasi langsung dari penegak hukum dinilai mampu memberikan dampak psikologis yang kuat bagi para siswa untuk berpikir dua kali sebelum melakukan tindakan melanggar hukum, baik sebagai pelaku maupun korban.
Melalui keberlanjutan program Lobar AMAN, kepolisian berharap sinergi lintas sektor antara penegak hukum, pihak sekolah, dan orang tua dapat terus terjalin erat. Langkah kolaboratif ini diyakini mampu menyelamatkan generasi penerus bangsa dari ancaman destruktif perundungan, narkotika, dan kekerasan dalam bentuk apa pun.
