LOMBOK BARAT — Langkah nyata dalam memperkuat sinergitas serta menjaga kondusivitas di tingkat tapak terus ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB). Kepala Kepolisian Daerah NTB, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., memimpin langsung acara peletakan batu pertama pembangunan Bale Mediasi Tiga Pilar Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, pada Selasa (4/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WITA di halaman Kantor Desa Meninting tersebut turut didampingi oleh Kapolres Lombok Barat, AKBP Mellysa Amalia, S.H., S.I.K., M.Si., M.Tr.SOU., serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda NTB, unsur TNI, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat setempat.
Tempat Musyawarah Mufakat demi Menjaga Kondusivitas Desa
Pembangunan fasilitas penyelesaian konflik sosial berbasis restorative justice ini digagas sebagai wujud komitmen bersama antara Polri, TNI, dan Pemerintah Daerah. Fasilitas ini didirikan di atas tanah kas desa.
Dalam arahannya, Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja menegaskan pentingnya wadah komunikasi informal namun terintegrasi bagi masyarakat. Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen warga.
“Bale Mediasi Tiga Pilar ini dihadirkan sebagai ruang komunikasi untuk bermusyawarah mufakat. Kunci utama keberhasilan pembangunan adalah stabilitas keamanan. Saya berharap tempat ini dimanfaatkan dan dirawat dengan baik demi kemaslahatan masyarakat luas,” ujar Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja saat memberikan sambutan.
Apresiasi Pemerintah Daerah dan Harapan Kepala Desa
Dukungan penuh turut mengalir dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Lombok Barat, H. Ahmad Saiku, S.E., M.M., mengungkapkan bahwa keberadaan Bale Mediasi Tiga Pilar akan menjadi pusat kolaborasi efektif dalam menyelesaikan berbagai potensi perselisihan warga secara cepat, tepat, dan kekeluargaan.
“Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda NTB dan seluruh pihak yang terlibat. Sinergitas tiga pilar ini sangat penting untuk menjaga stabilitas pembangunan di tingkat desa,” kata Ahmad Saiku.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Meninting, Mahnan Harianto. Pihaknya merasa bersyukur atas perhatian besar jajaran kepolisian dan pemerintah terhadap desanya. Fasilitas yang dibangun di atas tanah murni milik desa tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi warga Meninting maupun Kecamatan Batulayar secara umum.
“Kami sangat berterima kasih. Semoga kehadiran Bale Mediasi ini membuat setiap permasalahan yang muncul di tengah warga dapat diselesaikan dengan damai tanpa harus berlanjut ke ranah hukum yang lebih panjang,” tutur Mahnan Harianto.
Pelaksanaan Aman dan Kondusif
Serangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan resmi dari pejabat terkait. Puncak kegiatan ditandai dengan peletakan batu pertama secara simbolis oleh Kapolda NTB yang didampingi Kapolres Lombok Barat AKBP Mellysa Amalia, Pj Sekda, serta unsur Forkopimda lainnya pada pukul 10.50 WITA.
Seluruh rangkaian acara berakhir pada pukul 11.00 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Dengan dimulainya pembangunan ini, Bale Mediasi Tiga Pilar Desa Meninting diharapkan segera beroperasi dan menjadi percontohan ideal penanganan konflik sosial berbasis musyawarah di wilayah Nusa Tenggara Barat.
