Lompat ke konten
Home » Berita » Polisi Perketat Keamanan Pantai Senggigi di Akhir Pekan

Polisi Perketat Keamanan Pantai Senggigi di Akhir Pekan

Polisi Perketat Keamanan Pantai Senggigi di Akhir Pekan

Lombok Barat, NTB Kawasan wisata Pantai Senggigi tetap menjadi fokus utama pengamanan oleh aparat kepolisian, terutama pada hari libur akhir pekan yang kerap dipadati pengunjung. Guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah perairan dan pesisir, Sat Polairud Polres Lombok Barat melaksanakan pemantauan rutin secara intensif pada Minggu, 18 Januari 2026.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari hingga malam tersebut bertujuan untuk menciptakan rasa aman bagi wisatawan serta mengantisipasi potensi tindak kriminalitas di titik-titik vital, seperti dermaga dan area publik lainnya. Berdasarkan pantauan di lapangan, situasi di sepanjang garis pantai terpantau aman dan terkendali tanpa adanya insiden menonjol.

Upaya Preventif Melalui Program Polisi Masyarakat

Dalam menjalankan tugasnya, personel Sat Polairud tidak hanya melakukan pengawasan secara pasif, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis melalui program Polmas (Polisi Masyarakat). Anggota piket yang bertugas secara aktif berkomunikasi dengan para pengunjung yang sedang menikmati suasana pantai untuk memberikan edukasi terkait keselamatan aktivitas perairan.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kasat Polairud, AKP L. Nursidi, menegaskan bahwa keselamatan pengunjung adalah prioritas utama dalam setiap operasi pengamanan di wilayah pesisir. Ia mengimbau agar para wisatawan tidak mengabaikan faktor keselamatan saat berenang di laut.

“Anggota kami di lapangan terus memberikan himbauan kepada para pengunjung agar tetap mengutamakan keselamatan, terutama pada saat berenang. Kami juga mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan pantai agar kenyamanan wisata tetap terjaga,” ujar AKP L. Nursidi dalam keterangannya.

Patroli Dialogis dan Antisipasi Kejahatan Konvensional

Selain fokus pada keselamatan aktivitas air, Sat Polairud Pos Senggigi juga memperketat pengawasan di area dermaga dan seputaran pos jaga. Patroli jalan kaki dilakukan guna meminimalisir peluang terjadinya tindak pidana 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

Kegiatan patroli ini mencakup pengecekan area parkir dan titik kumpul wisatawan yang rentan terhadap gangguan Kamtibmas. Menurut AKP L. Nursidi, kehadiran personel berseragam di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan efek getar (deterrent effect) bagi pelaku kejahatan yang ingin memanfaatkan situasi keramaian di objek wisata.

“Anggota jaga Pos Airud Senggigi melaksanakan patroli di seputaran pantai dan dermaga guna mengantisipasi 3C dan kejahatan lainnya. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga maupun wisatawan yang berkunjung ke Senggigi merasa terlindungi oleh kehadiran Polri,” tambahnya.

Kondisi Kamtibmas Perairan Terpantau Nihil Kejadian

Hingga laporan periode piket 1×12 jam berakhir pada pukul 20:00 WITA, dilaporkan bahwa situasi di wilayah hukum Polres Lombok Barat, khususnya di sektor perairan Senggigi, tetap dalam keadaan kondusif. Tidak ditemukan adanya laporan mengenai kecelakaan laut (laka laut) maupun praktik pelanggaran hukum di wilayah perairan.

Beberapa poin krusial yang menjadi atensi, seperti praktik illegal fishing, penyelundupan manusia (people smuggling), penambangan ilegal (illegal mining), hingga penggunaan bahan peledak atau bom ikan, dilaporkan nihil. Hal ini menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan hukum di wilayah perairan yang semakin membaik.

Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Patroli

Sebagai bagian dari kesiapan operasional, personel Sat Polairud juga melakukan pemeriksaan rutin terhadap aset negara yang digunakan dalam bertugas. Dua armada utama, yakni Kapal Patroli dengan nomor lambung XXI-1008 dan Kapal Patroli XXI-2003, menjadi objek pemeriksaan teknis oleh petugas piket.

Pemeriksaan ini meliputi kondisi fisik kapal dan sistem tambat guna memastikan bahwa armada siap digerakkan sewaktu-waktu jika terjadi keadaan darurat di laut. “Anggota juga mengecek Kapal Patroli nomor lambung XXI-1008 dan Kapal Patroli XXI-2003 yang saat ini terikat aman di moringnya. Semua sarana dalam kondisi siap pakai,” pungkas AKP L. Nursidi.

Dengan berakhirnya giat pengamanan akhir pekan ini, situasi di kawasan wisata Senggigi secara umum dinyatakan aman. Polri berkomitmen untuk terus konsisten melakukan pengawasan di wilayah pesisir demi mendukung sektor pariwisata Lombok Barat yang menjadi kebanggaan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *