Lombok Barat, NTB – Keamanan dan keselamatan wisatawan di kawasan pesisir menjadi prioritas utama pihak kepolisian menyusul kondisi cuaca yang tidak menentu di wilayah Nusa Tenggara Barat. Menanggapi potensi risiko tersebut, Satuan Kepolisian Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Lombok Barat mengambil langkah preventif dengan memperketat pengawasan dan memberikan imbauan langsung di sepanjang bibir Pantai Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.
Langkah strategis ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap fluktuasi cuaca yang kerap terjadi belakangan ini. Personel piket Pos Polairud Senggigi terpantau melakukan patroli dialogis serta memberikan edukasi intensif kepada masyarakat, pengunjung, hingga para pelaku usaha jasa hiburan air pada Kamis (15/1) sore, tepat pukul 15.00 WITA.
Mitigasi Risiko Kecelakaan Laut di Kawasan Wisata
Kehadiran personel berseragam biru khas Polairud di tengah kerumunan wisatawan memberikan rasa aman sekaligus pengingat akan pentingnya kewaspadaan. Berdasarkan pemantauan di lapangan, petugas secara proaktif mendatangi satu per satu penyedia jasa wahana air, mulai dari operator jetski hingga pengelola banana boat. Interaksi ini bertujuan untuk memastikan bahwa standar operasional prosedur (SOP) keselamatan tetap dijalankan tanpa kompromi, meskipun jumlah kunjungan wisatawan sedang meningkat.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kasat Polairud, AKP L. Nursidi, menegaskan bahwa faktor alam tidak dapat diprediksi secara pasti, sehingga kesiapsiagaan dari sisi manusia menjadi kunci utama dalam meminimalisir kecelakaan laut.
“Kami mengajak kepada para pengusaha dan penyedia jasa wahana air agar lebih selektif dan tidak ragu untuk menunda aktivitas jika kondisi gelombang serta angin sedang tidak bersahabat. Keselamatan wisatawan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar,” ujar AKP L. Nursidi dalam keterangannya saat memantau jalannya patroli tersebut.
Penggunaan Alat Keselamatan dan Pengawasan Anak
Selain memberikan arahan kepada pengusaha, pihak kepolisian juga menekankan kewajiban penggunaan alat keselamatan standar bagi siapa pun yang beraktivitas di perairan. Penggunaan jaket pelampung (life jacket) menjadi poin utama yang disampaikan petugas dalam setiap dialog dengan wisatawan. Hal ini dinilai krusial mengingat arus bawah laut bisa berubah sewaktu-waktu akibat pengaruh cuaca di tengah laut yang berdampak ke wilayah pesisir.
Petugas di lapangan juga memberikan perhatian khusus kepada orang tua yang membawa anak-anak untuk bermain di bibir pantai. Pengawasan ekstra dari orang tua sangat diharapkan agar anak-anak tidak berenang terlalu jauh ke tengah atau keluar dari zona aman yang telah ditentukan. Edukasi semacam ini dilakukan secara humanis agar wisatawan tetap merasa nyaman tanpa merasa terganggu waktu liburannya.
AKP L. Nursidi menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya membangun kesadaran kolektif antara petugas, masyarakat lokal, dan pengunjung. Menurutnya, kepatuhan terhadap peringatan dini dari pihak berwenang seperti BMKG juga harus dipantau secara berkala oleh para pelaku usaha wisata air di Senggigi.
“Kami meminta kepada seluruh pengelola jasa hiburan laut untuk terus memantau perkembangan prakiraan cuaca secara rutin. Jangan pernah memaksakan operasional apabila situasi di perairan dinilai membahayakan keselamatan jiwa hanya demi mengejar keuntungan sesaat,” tegas AKP L. Nursidi.
Komitmen Pelayanan dan Keamanan Wisata Lombok Barat
Kawasan Senggigi yang merupakan ikon pariwisata di Lombok Barat memang selalu menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Oleh karena itu, Sat Polairud Polres Lombok Barat berkomitmen untuk terus menyiagakan personelnya di titik-titik rawan wisata, terutama pada jam-jam sibuk dan hari libur. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung sektor pariwisata daerah agar tetap sehat dan aman dari insiden yang merugikan.
Kegiatan patroli yang berlangsung hingga petang tersebut dilaporkan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Respon dari para pelaku usaha wisata di kawasan Senggigi pun terpantau positif, di mana mereka menyatakan kesanggupannya untuk bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah pesisir.
Dengan pengawasan yang konsisten dan sinergi antara pihak kepolisian dengan pemangku kepentingan pariwisata, diharapkan kawasan Pantai Senggigi tetap menjadi destinasi yang ramah dan aman bagi siapa saja. Pihak Polres Lombok Barat mengimbau agar masyarakat segera melaporkan kepada petugas di pos terdekat jika melihat atau mengalami situasi darurat di wilayah perairan.
