Lombok Barat, NTB – Tradisi masyarakat Sasak, Nyongkolan, kembali mewarnai jalanan di Kabupaten Lombok Barat dengan kemeriahan yang khas. Namun, di balik keriuhan suara musik tradisional dan arak-arakan massa, terdapat tantangan besar dalam menjaga ketertiban umum dan kelancaran arus lalu lintas. Menyadari hal tersebut, personel Polsek Kuripan memberikan pengawalan ekstra ketat dalam kegiatan adat yang berlangsung di sepanjang Jalan Tuan Guru Abdul Hafidz, Desa Kuripan, pada Senin sore, 12 Januari 2026.
Langkah preventif ini dilakukan sebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, memastikan bahwa pelestarian budaya tetap berjalan selaras dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Kehadiran petugas berseragam di lapangan menjadi pemandangan yang memberikan rasa aman, baik bagi peserta prosesi maupun pengguna jalan lainnya yang melintas di jalur strategis tersebut.
Pengamanan Terpadu di Titik Strategis Desa Kuripan
Kegiatan pengamanan ini dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Kuripan, AIPDA Muhtar Kusuma Atmaja. Tidak bergerak sendirian, ia didampingi oleh Bhabinkamtibmas Desa Jagaraga serta dukungan penuh dari personel piket dan unit Intel Polsek Kuripan. Fokus utama petugas adalah mengawal rombongan mempelai yang datang dari Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, menuju Dusun Kuripan 1.
Mengingat jarak tempuh dan jumlah massa pengiring yang cukup besar, potensi terjadinya sumbatan arus lalu lintas sangatlah tinggi. Oleh karena itu, personel kepolisian telah disiagakan di berbagai titik krusial sejak rombongan mulai bergerak dari depan Kantor Desa Kuripan. Petugas secara aktif melakukan pengaturan lalu lintas dengan sistem buka-tutup dan mengarahkan massa agar tetap tertib di bahu jalan.
“Kami menyadari bahwa Nyongkolan adalah momen sakral bagi masyarakat, namun kami juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan hak pengguna jalan lain tetap terpenuhi. Kehadiran kami di sini adalah untuk menjembatani keduanya agar tradisi berjalan lancar tanpa menimbulkan kemacetan yang berarti,” ujar salah satu petugas di lapangan.
Sinergi Tradisi Kecimol dan Ketertiban Umum
Kemeriahan acara semakin memuncak dengan iringan kesenian tradisional Kecimol yang menghentak, menarik perhatian warga sekitar untuk ikut menonton di pinggir jalan. Kerumunan yang membludak ini menuntut kesigapan personel kepolisian dalam melakukan pengawasan melekat. Selain mengatur kendaraan, petugas juga memberikan imbauan secara persuasif kepada para pengiring agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu gesekan antarwarga.
Secara visual, tampak para personel kepolisian berdiri tegak di tengah kerumunan, sesekali memberikan instruksi dengan ramah kepada pengendara motor dan mobil yang terjebak di antara rombongan. Langkah ini sangat krusial, mengingat gesekan di tengah keramaian seringkali bermula dari ketidaksabaran pengguna jalan atau perilaku peserta prosesi yang kurang terkontrol.
Komitmen Kapolsek Kuripan dalam Pelayanan Masyarakat
Kapolsek Kuripan, Polres Lombok Barat, Polda NTB, Ipda I Wayan Eka Ariyana, S.H., menegaskan bahwa setiap kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan massa besar akan selalu mendapatkan atensi khusus. Baginya, koordinasi antara pihak kepolisian, tokoh masyarakat, dan panitia penyelenggara acara adalah kunci utama keberhasilan menjaga kondusivitas wilayah.
Dalam keterangannya, Ipda I Wayan Eka Ariyana menekankan bahwa pengamanan ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan bentuk dedikasi Polri dalam menghormati kearifan lokal. Beliau menyatakan bahwa kenyamanan bersama harus menjadi prioritas utama dalam setiap perhelatan budaya.
“Kami berkomitmen memberikan pengamanan maksimal pada setiap kegiatan adat masyarakat. Personel di lapangan tidak hanya menjaga keamanan secara fisik dari potensi kriminalitas, tetapi juga memastikan aspek fungsional seperti arus lalu lintas tetap mengalir lancar sehingga aktivitas warga lainnya tidak terganggu oleh kemacetan total,” ungkap Ipda I Wayan Eka Ariyana, S.H.
Evaluasi Kegiatan: Kondusifitas Tetap Terjaga
Hingga rombongan mempelai tiba di rumah tujuan di Dusun Kuripan 1, situasi terpantau tetap aman dan terkendali. Berkat kerja sama yang apik antara petugas dan kesadaran masyarakat dalam mengikuti arahan pihak kepolisian, tidak ditemukan adanya laporan mengenai gangguan Kamtibmas maupun insiden kecelakaan lalu lintas.
Keberhasilan pengamanan ini menjadi bukti bahwa tradisi adat yang melibatkan massa besar dapat terlaksana dengan tertib apabila dikelola dengan komunikasi yang baik. Masyarakat Desa Kuripan pun mengapresiasi langkah kepolisian yang sigap mengawal jalannya acara hingga selesai. Hingga Senin petang, situasi di wilayah hukum Polsek Kuripan dilaporkan tetap kondusif, dan arus lalu lintas kembali normal sepenuhnya.
