Lompat ke konten
Home » Berita » Pengamanan Pelabuhan Senggigi Diperketat, Sat Polairud Pastikan Kelancaran Arus Penumpang Fast Ferry

Pengamanan Pelabuhan Senggigi Diperketat, Sat Polairud Pastikan Kelancaran Arus Penumpang Fast Ferry

Pengamanan Pelabuhan Senggigi Diperketat, Sat Polairud Pastikan Kelancaran Arus Penumpang Fast Ferry

Lombok Barat, NTB Kawasan wisata Senggigi tetap menjadi salah satu pintu masuk utama bagi wisatawan yang menggunakan transportasi laut di Kabupaten Lombok Barat. Guna menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jasa transportasi laut, Sat Polairud Polres Lombok Barat secara konsisten melakukan pengamanan ketat di Pelabuhan Senggigi, terutama saat aktivitas bongkar muat kapal cepat (Fast Ferry).

Langkah preventif ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh prosedur keselamatan pelayaran dipatuhi, serta memberikan rasa aman bagi para wisatawan mancanegara maupun domestik yang melintasi jalur strategis tersebut. Pengamanan ini juga menjadi bagian dari upaya Polri dalam mendukung sektor pariwisata di Nusa Tenggara Barat agar tetap kondusif dan tertib.

Sinergi Lintas Instansi di Pelabuhan Senggigi

Pelaksanaan pengamanan ini tidak dilakukan secara sendirian oleh pihak kepolisian. Sat Polairud Polres Lombok Barat, khususnya melalui Pos Polairud Senggigi, menjalin kolaborasi erat dengan berbagai instansi terkait kemaritiman. Salah satu mitra utama dalam kegiatan ini adalah Dinas Perhubungan (Dishub) Laut, yang bersama-sama memantau teknis keberangkatan dan kedatangan kapal di dermaga.

Kegiatan operasional yang berlangsung pada Selasa siang tersebut difokuskan pada pengawasan kapal Fast Ferry Eka Jaya Matra. Kapal ini merupakan salah satu armada utama yang melayani rute penyeberangan cepat, sehingga memerlukan perhatian khusus dalam hal pengaturan arus penumpang agar tidak terjadi penumpukan atau kendala teknis di area pelabuhan yang terbatas.

Peningkatan Pengawasan Penumpang Fast Ferry

Berdasarkan data di lapangan, aktivitas penyeberangan pada hari tersebut terpantau cukup stabil. Fokus utama petugas adalah memastikan manifest penumpang sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Pemeriksaan dilakukan mulai dari area tunggu hingga proses naik ke atas kapal untuk mencegah terjadinya kelebihan muatan (overload) yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran.

Dalam kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WITA hingga selesai tersebut, tercatat sebanyak 67 orang penumpang naik ke atas Fast Ferry Eka Jaya Matra. Petugas di lapangan tampak sigap membantu mengatur antrean dan memberikan imbauan terkait keselamatan selama berada di atas kapal. Kehadiran personel berseragam di lokasi terbukti memberikan efek tenang bagi para pelancong yang tengah menikmati perjalanan mereka.

Komitmen Keamanan dari Sat Polairud Polres Lombok Barat

Kasat Polairud Polres Lombok Barat, AKP L. Nursidi, menegaskan bahwa kehadiran personel di pelabuhan bukan sekadar rutinitas, melainkan kewajiban untuk memastikan standar keselamatan transportasi laut terpenuhi. Menurutnya, koordinasi dengan pihak pengelola kapal dan instansi perhubungan sangat krusial dalam menciptakan ekosistem transportasi yang sehat.

Dalam keterangannya, AKP L. Nursidi menjelaskan pentingnya pemantauan berkelanjutan di titik-titik vital seperti Senggigi. Ia menekankan bahwa setiap aktivitas kemaritiman di wilayah hukum Polres Lombok Barat harus terpantau dengan baik guna meminimalisir risiko sekecil apa pun.

“Kegiatan Sat Polairud Polres Lombok Barat melalui Pos Polairud Senggigi melaksanakan pengamanan Fast Ferry Eka Jaya Matra bersama instansi terkait kemaritiman seperti Dishub Laut di Pelabuhan Senggigi. Fokus kami adalah memastikan keamanan dan kelancaran arus penumpang,” ujar AKP L. Nursidi saat memberikan pernyataan resminya terkait giat tersebut.

Kondisi Terkini dan Harapan Kedepan

Hingga kapal lepas sandar dan melanjutkan perjalanan, situasi di Pelabuhan Senggigi dilaporkan tetap dalam keadaan aman dan terkendali. Tidak ditemukan adanya gangguan keamanan maupun kendala teknis yang berarti. Para penumpang dapat melanjutkan perjalanan dengan nyaman berkat kesigapan petugas yang berjaga di lokasi sejak sebelum jadwal keberangkatan dimulai.

Pihak kepolisian berharap agar seluruh operator kapal dan masyarakat pengguna jasa transportasi laut terus bekerja sama dalam menjaga ketertiban. Disiplin dalam mengikuti arahan petugas di lapangan serta kepatuhan terhadap regulasi keselamatan adalah kunci utama dalam mempertahankan citra positif pariwisata Lombok Barat di mata dunia. Dengan pengamanan yang humanis namun tegas, diharapkan angka kunjungan wisata ke wilayah ini terus meningkat seiring dengan jaminan keamanan yang diberikan oleh pihak kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *