Lompat ke konten
Home » Berita » Polsek Batulayar Amankan Nyongkolan di Desa Sandik

Polsek Batulayar Amankan Nyongkolan di Desa Sandik

Polsek Batulayar Amankan Nyongkolan di Desa Sandik

Lombok Barat, NTB Kegiatan adat budaya di Pulau Lombok seringkali menjadi daya tarik sekaligus tantangan tersendiri bagi kelancaran arus lalu lintas, terutama di jalur-jalur vital pariwisata. Menyadari hal tersebut, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Batulayar menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketertiban masyarakat melalui pengamanan intensif pada kegiatan prosesi adat “Nyongkolan” yang berlangsung di Desa Sandik, Kabupaten Lombok Barat.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa kearifan lokal tetap terjaga tanpa mengganggu hak pengguna jalan lainnya, mengingat jalur yang dilalui merupakan akses utama menuju kawasan wisata. Sinergi antara TNI, Polri, dan unsur masyarakat menjadi kunci suksesnya kegiatan yang menyedot perhatian banyak massa ini.

Pengamanan Terpadu di Dusun Puncang Sari Timur

Pada Minggu sore, 4 Januari 2026, suasana di Dusun Puncang Sari Timur, Desa Sandik, tampak meriah dengan dentuman khas alat musik tradisional Gendang Belek. Prosesi Nyongkolan kali ini merupakan iring-iringan mempelai laki-laki yang berasal dari Desa Sedayu, Kecamatan Kuripan, menuju kediaman mempelai wanita di Desa Sandik. Karena jumlah peserta yang cukup masif, Bhabinkamtibmas Desa Sandik, Aiptu Ragi Agus Susilo, turun langsung ke lapangan sejak pukul 16.30 WITA hingga kegiatan berakhir.

Aiptu Ragi tidak sendirian dalam menjalankan tugas tersebut. Personel piket dari Polsek Batulayar bersama Babinsa setempat turut disiagakan di beberapa titik rawan kemacetan sepanjang Jalan Raya Pariwisata Sandik. Fokus utama petugas adalah melakukan pengaturan lalu lintas agar penumpukan kendaraan tidak terjadi terlalu lama, serta memastikan para peserta Nyongkolan tetap berada di koridor yang telah disepakati demi keselamatan bersama.

Pernyataan Resmi Kapolsek Batulayar Terkait Ketertiban Umum

Kapolsek Batulayar, Polres Lombok Barat, Polda NTB, AKP I Putu Krisna Varananda, S.T.K., S.I.K., menegaskan bahwa kehadiran kepolisian di tengah kegiatan masyarakat adalah bentuk pelayanan prima untuk menciptakan rasa aman. Menurutnya, tradisi Nyongkolan adalah warisan budaya yang harus dihormati, namun pelaksanaannya wajib memperhatikan aspek ketertiban umum.

Dalam keterangannya, AKP I Putu Krisna Varananda mengungkapkan bahwa koordinasi antarinstansi sangat diperlukan dalam mengawal kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar. “Kami menurunkan personel untuk memastikan bahwa kegiatan adat Nyongkolan di Desa Sandik ini berjalan sesuai rencana tanpa menimbulkan gangguan kamtibmas yang berarti. Kehadiran Bhabinkamtibmas dan anggota piket di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman baik bagi peserta prosesi maupun masyarakat pengguna jalan raya,” ujar AKP I Putu Krisna Varananda.

Beliau juga menambahkan bahwa pengamanan ini dilakukan secara humanis namun tetap tegas dalam mengatur arus kendaraan. “Prioritas kami adalah kelancaran arus lalu lintas di jalur pariwisata Sandik. Kami mengapresiasi masyarakat dan peserta Nyongkolan yang telah bekerja sama dengan petugas, sehingga kegiatan ini dapat berjalan aman, tertib, dan lancar hingga selesai,” imbuhnya.

Sinergitas TNI-Polri dalam Menjaga Kondusivitas Desa

Kegiatan pengamanan yang berakhir menjelang petang ini membuktikan kuatnya sinergitas antara Bhabinkamtibmas dan Babinsa di tingkat desa. Selain melakukan pengaturan jalan, para petugas juga menyempatkan diri memberikan imbauan secara persuasif kepada para pemuda yang ikut dalam iring-iringan agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu gesekan antarwarga.

Penggunaan musik tradisional Gendang Belek yang menjadi pengiring utama memang memberikan nuansa budaya yang kental, namun volume dan antusiasme massa yang tinggi memerlukan pengawasan agar tidak memicu keriuhan yang berlebihan. Dengan adanya pengawalan ketat dari Polsek Batulayar, potensi gangguan seperti kemacetan total atau perselisihan di jalan raya dapat diredam sejak dini.

Hingga prosesi berakhir dan seluruh peserta kembali ke kediaman masing-masing, situasi di wilayah Desa Sandik dilaporkan tetap kondusif. Langkah proaktif yang diambil oleh jajaran Polsek Batulayar ini mendapat respon positif dari warga sekitar dan pengguna jalan yang merasa terbantu dengan kehadiran petugas di lapangan. Upaya preventif seperti ini diharapkan terus berlanjut guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Lombok Barat, khususnya di kawasan-kawasan penyangga pariwisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *