Lompat ke konten
Home » Berita » Libur Tahun Baru 2026: Polisi Siaga di Wisata Sekotong

Libur Tahun Baru 2026: Polisi Siaga di Wisata Sekotong

Libur Tahun Baru 2026: Polisi Siaga di Wisata Sekotong

Lombok Barat, NTB Memasuki puncak arus libur Tahun Baru 2026, wilayah Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, menjadi magnet bagi ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara. Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung, jajaran Polsek Sekotong meningkatkan intensitas pengamanan di sejumlah titik vital yang menjadi pusat konsentrasi massa, khususnya di kawasan pesisir pantai yang ikonik.

Langkah preventif ini dilakukan guna mengantisipasi berbagai potensi kerawanan, mulai dari kemacetan lalu lintas, tindak kriminalitas, hingga kecelakaan air yang kerap mengintai di lokasi wisata saat keramaian memuncak. Fokus pengamanan diarahkan pada dua destinasi unggulan, yakni Pantai Elak-elak dan Dermaga Tawun, yang terpantau padat oleh kunjungan warga pada akhir pekan ini.

Sinergi Pengamanan di Titik Vital Wisata Sekotong

Kegiatan pengamanan secara masif dilaksanakan pada hari Minggu, 4 Januari 2026, mulai pukul 14.00 hingga 18.00 WITA. Operasi ini diawali dengan apel kesiapan di lokasi pengamanan guna memetakan personil dan menyamakan persepsi dalam cara bertindak di lapangan. Di bawah komando langsung Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom, petugas disebar untuk menyisir area publik yang berisiko tinggi.

Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat bertujuan untuk menciptakan rasa aman melalui pendekatan yang persuasif. Polsek Sekotong tidak hanya sekadar berjaga, namun aktif melakukan interaksi dengan para pelancong guna memastikan seluruh protokol keselamatan dipatuhi selama berada di area wisata.

Edukasi Humanis di Bibir Pantai

Selama pelaksanaan pengamanan, anggota kepolisian melaksanakan patroli jalan kaki di sepanjang garis Pantai Elak-elak dan area keberangkatan Dermaga Tawun. Petugas secara aktif menghampiri para pengunjung, terutama keluarga yang membawa anak kecil, untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya pengawasan ekstra saat bermain di dekat air.

Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, menekankan bahwa keselamatan anak-anak dan keamanan barang berharga menjadi prioritas utama dalam patroli dialogis tersebut. Edukasi diberikan secara humanis agar masyarakat tetap merasa nyaman menikmati liburannya tanpa merasa terganggu oleh kehadiran petugas.

“Kami terjun langsung ke lapangan untuk memastikan situasi tetap terkendali. Anggota kami instruksikan untuk memberikan edukasi secara humanis kepada para orang tua agar selalu waspada dan mengawasi anak-anak mereka saat berada di bibir pantai, mengingat kondisi ombak dan keramaian yang ada. Selain itu, kami juga mengingatkan pengunjung untuk tetap menjaga barang bawaan mereka guna meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Iptu I Ketut Suriarta saat ditemui di lokasi pengamanan.

Antisipasi Potensi Gangguan Keamanan dan Ketertiban

Selain fokus pada keselamatan pengunjung, pengamanan di Dermaga Tawun juga diperketat seiring tingginya mobilitas wisatawan yang hendak menyeberang menuju gili-gili di sekitar Sekotong. Polisi memastikan proses embarkasi dan debarkasi penumpang berjalan teratur tanpa ada penumpukan yang berlebihan di area dermaga.

Langkah wasdal (pengawasan dan pengendalian) yang diterapkan oleh Kapolsek Sekotong terbukti efektif dalam menjaga ketertiban. Dengan adanya patroli rutin di area parkir dan pusat perbelanjaan lokal, potensi tindak pidana seperti pencurian kendaraan bermotor atau aksi premanisme dapat ditekan seminimal mungkin. Sinergi antara kepolisian dan pengelola wisata setempat menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas keamanan selama musim libur panjang ini.

Situasi Aman Hingga Akhir Operasi Pengamanan

Setelah berlangsung selama empat jam penuh, kegiatan pengamanan berakhir pada pukul 18.00 WITA seiring dengan mulai berkurangnya arus wisatawan yang meninggalkan lokasi pantai. Berdasarkan laporan di lapangan, seluruh rangkaian kegiatan masyarakat dalam rangka merayakan libur Tahun Baru 2026 di Kecamatan Sekotong dinyatakan berjalan dengan sangat aman, tertib, dan kondusif.

Iptu I Ketut Suriarta mengapresiasi kerja sama masyarakat yang kooperatif terhadap arahan petugas. Ia menyatakan bahwa kondusifitas wilayah tidak hanya bergantung pada kehadiran polisi, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam menjaga diri dan lingkungan sekitar. Keberhasilan pengamanan ini menjadi komitmen berkelanjutan Polres Lombok Barat melalui Polsek Sekotong dalam memberikan pelayanan prima bagi sektor pariwisata di Nusa Tenggara Barat.

Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di jalur utama Sekotong terpantau lancar, dan tidak ada laporan insiden menonjol yang mengganggu jalannya perayaan tahun baru di wilayah hukum Polsek Sekotong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *