Binkam  

Oknum Magang Konsultan ini Ternyata Spesialis Jambret, Gandeng Pelajar Saat Beraksi

Lombok Barat, NTB – Berdalih untuk memenuhi kebutuhan akan kebiasaan mabuk-mabukan dan konsumsi narkoba AR, laki-laki (19) nekat melakukan aksi jambret yang menyasar kepada korban, yang sebagian besar adalah perempuan.

 

AR sehari-harinya berprofesi sebagai magang disalah satu Konsultan, diketahui telah melakukan aksinya pada lima TKP yang berbeda, bersama pelaku lainnya yang masih berstatus pelajar berinisial LH (16), juga telah diamankan.

 

Kasat Reskrim Polres Lombok Barat Iptu I Made Dharma Yulia Putra, S.T.K., S.I.K., didampingi oleh KBO Reskrim Ipda Dina Rizkiana, S.Tr.K., saat konferensi pers siang tadi mengatakan, karena masih dibawah umur, LH kini ditangani oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Lombok Barat.

 

Dimana, pelaku sudah melakukan aksinya pada lima TKP, yang sebagian besar menyasar TKP di jalan By Pass BIL II.

 

“Korban terakhirnya menimpa seorang perempuan berinisial DP (31), warga Labuapi, Lombok Barat, dijambret di Perumahan Royal Zamzam Labuapi,” ungkapnya, Sabtu (7/8/2021).

 

Dharma menjelaskan awal mula peristiwa Pencurian dengan Kekerasan ini (jambret), dimana sekitar pukul 20.30 wita Jumat (9/7/2021), korban saat itu akan berkunjung ke rumah temannya di Desa Terong Tawah labuapi.

 

“Ketika diperjalanan, korban ingat bahwa ada barangnya ketinggalan di rumah, dan berniat akan mengambilnya Kembali di Rumah, namun saat tiba di TKP, Korban di pepet oleh dua orang,” jelasnya.

 

Dua orang pelaku ini datang dari arah belakang, langsung memepet lalu menendang motor korban hingga oleng, dan kesempatan itu dimanfaatkan oleh pelaku untuk mengambil dompet yang ada di dashboard sepeda motor korban.

 

“Pelaku berhasil membawa kabur dompet korban yang didalamnya berisi dua unit Hand Phone,” ujarnya.

 

Korban berupaya untuk melakukan pengejaran bersama masyarakat sekitar kejadian, namun para pelaku tersebut mengacungkan sebilah parang, mengancam kearah korban dan masyarakat yang mengejarnya.

 

“Diancam, korban dan masyarakat merasa ketakutan, sehingga  pelaku kabur ke Arah Timur Desa Labuapi,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.